• Home
  • About
  • Contact
facebook twitter instagram

Masjid Baitul Makmur

DENPASAR . Alhamdulillah, syahadat Kapolda Bali Jenderal Bintang Dua Polri Albertus Julius Benny Mokalu merupakan kabar gembira bagi Ummat Islam Indonesia. Ini merupakan sesuatu yang istimewa untuk kita syukuri. Namun, ada lagi yang menarik selain hal tersebut. Keistimewaan itu dihadirkan saudara-saudara Muslimin di Bali, sebagaimana dilansir Suara Islam, Selasa (11/11/2014).
Suatu hari Ustadz Bachtiar Nasir bertanya bertanya kepada suatu jamaah, “Islam manakah yang paling baik?” Menurut Beliau Islam yang paling baik itu bukan Aceh, Sumatera Barat atau Yogyakarta, tetapi Islam terbaik di Indonesia itu adalah Bali.
Sontak mustami’ heran. Bagaimana mungkin? Setelah mendengarkan penjelasan Ustadz Bachtiar, ternyata hanya di Bali fenomena jumlah jama’ah Shalat Subuh lebih banyak dari pada jama’ah Shalat Jum’at terjadi. Di Masjid Baitul Makmur Denpasar misalnya, jama’ah Shalat Subuhnya bisa mencapai 700 orang, bahkan untuk hari Ahad lebih banyak lagi, sehingga tidak muat lagi di dalam masjid.

Jamaah shalat Subuh di sebuah masjid di Bali (foto: salam-online.com)
Bukan shalat-shalat jama’ah saja yang semarak, kegiatan-kegiatan seperti ta’lim dan kajian keislaman tak kalah disambut semangat. Muslimin Bali sangat antusias dalam mengkaji tafsir, hadis dan sebagainya, bahkan mendatangkan ustaz-ustaz dari luar. Demikian pula dalam berinfak, tak heran bila amal-amal sosial Muslim di Bali lebih terurus dengan baik dibandingkan dengan yang dikelola umat lain yang mayoritas sekalipun. Alhamdulillah.
Sebagaimana stigma umum, Bali selama ini dipersepsikan tak identik dengan Islam, bahkan mungkin memunculkan pandangan miring. Para pendatang dari luar di Bali kebanyakan memang beragama Islam, tetapi mungkin lebih diasumsikan mereka yang memilih bekerja di sana bukan Muslim yang taat. Barangkali diasumsikan pula Muslim yang taat cenderung tidak memilih bekerja di Bali. “Tetapi kenyataan yang terjadi, Islam di Bali justru tumbuh [begitu] menakjubkan,” lapor Muhammad Fauzi pada SI.
Pertanyaannya, bagaimana dengan kita di luar Bali? Dalam kondisi sebagai mayoritas, kita lebih mengenal Islam, lingkungan dan tempat kita bekerja lebih kondusif untuk menjalankannya, lebih tersedia berbagai sarana di sekitar kita yang mempermudah untuk kita menjalankan ibadah. Namun ternyata kemalasan membuat amal kita tak sebanding dengan peluang yang semestinya bisa diraih.
SI menyentil masjid-masjid di luar Bali, mengapa banyak yang sepi, padahal hampir setiap RT ada masjidnya. Begitu sedikit orang yang mau mendatangi majelis-majelis ilmu. Nyaris tak ada lagi rumah-rumah di kota besar (misal, Jakarta) yang membiasakan membaca Al-Qur’an di dalamnya. Tak sebanding dengan semaraknya hal-hal yang bersifat hiburan duniawi dan hura-hura di sekitar kita. Astaghfirullah.
Padahal, beberapa dekade lalu, suasana di Bali masih seperti di negara-negara Barat, nyaris tanpa simbol-simbol Islam yang menonjol. Untuk mencari tempat shalat saja sulit. Tak dinyana jika di kemudian hari, syiar Islam di sana justru tampak bergairah. Sebaliknya di luar Bali, sepertinya malah seperti sudah jenuh dalam beragama. “Beragama bagi kita rasanya seperti hanya turun-temurun semata,” ungkap Muhammad Fauzi pada SI.
Antara kuantitas dan kualitas, kita yang secara jumlah mayoritas tampak seperti hanya minoritas, mungkin seperti buih di lautan. Sebaliknya, Muslimin Bali dalam kondisi sebagai minoritas, mampu melampauinya, dan benar-benar menampakkan syiar Islamnya.
Begitulah, dalam kondisi minoritas, penuh keterbatasan, tak menjadikannya penghalang, Muslimin Bali mampu melampaui keterbatasan tersebut. Sedang Muslimin di luar Bali, memiliki begitu banyak kesempatan yang terbuka, tetapi mengapa menyia-nyiakannya? Tidakkah kita malu dengan prestasi yang dicapai saudara-saudara kita di Bali?
“Seringkali dengan berbagai nikmat yang diberikan kepada kita, tak membuat kita lebih dekat kepada agama, malah kita lebih banyak lalai, kita seperti tidak butuh dengan Islam. Sementara, saudara-saudara kita yang sedang terkena berbagai musibah, cobaan yang berat, menjadi korban konflik dan peperangan, tetapi dalam kondisi demikian sulit justru membuat mereka mendekat dengan agama,” imbuh Muhammad Fauzi.
“Jika lebih banyak kesempatan kita sia-siakan, bagaimana jika nikmat-nikmat yang diberikan kepada kita ini dicabut? Apakah kita menunggu mendapat cobaan-cobaan seperti itu, baru mau mendekat kepada-Nya?” Ighfirlana yaa Rabbana.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Masjid yang berlokasi di Jl. Gunung Merbuk Monang Maning Denpasar ini terletak di satu kompleks halaman dengan tiga sekolah, yaitu TK Aisyiah, SD Muhammadiyah 3 dan SMP Muhammadiyah 3. Menurut Ir. H. Sentot Surengrono selaku Ketua Yayasan Baitul Makmur, masjid ini cukup berkontribusi terhadap pendidikan karena berada ditengah-tengah lingkungan pendidikan. Sehingga berperan aktif dalam memberikan fasilitas pendidikan keagamaan bagi sekolah yang berada disekitarnya. Pembangunan Masjid Baitul Makmur pertama kali digagas pada tahun 1982. Pada 5 Agustus 1983, warga Perumnas Monang Maning didukung Dewan Masjid Indonesia membentuk sebuah panitia pembangunan masjid. Alhasil pemerintah menyediakan lahan untuk mendirikan masjid di daerah tersebut. Selanjutnya pembangunan benarbenar dilaksanakan pada tahun 1987, setelah ada bantuan dari MUI Bali dan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Peresmian pendirian Masjid Baitul Makmur sendiri dilaksanakan oleh Menteri Ir. Drs. H. Ginanjar Kartasasmita sekitar tahun 1988.

Tidak berselang lama  Yayasan Muhammadiyah membangun tiga sekolah dalam satu komplek, yaitu TK Aisyah, SD Muhammadiyah 3, dan SMP Muhammadiyah 2. Keberadaan tiga sekolah tersebut membuat Masjid Baitul Makmur lebih dikenal dengan masjid bernuansa pendidikan. Selanjutnya untuk mempermudah pengelolaan masjid, pada tahun 1992 didirikanlah Yayasan Baitul Makmur yang menaungi Masjid Baitul Makmur. Kuantitas jamaah yang terus meningkat mendorong Yayasan Baitul Makmur untuk merenovasi masjid. Pada tahun 2009, dilakukan renovasi masjid yang masih berjalan hingga sekarang. Proses renovasi masjid yang berdiri di atas lahan 12,89 are ini diperkirakan akan menghabiskan dana ± Rp. 9 M, dan sampai sejauh ini telah menghabiskan dana ± Rp. 6 M. Yayasan Baitul Makmur memiliki beberapa bidang dalam struktur organisasinya guna menjalankan aktivitasnya, diantaranya adalah bidang Ketakmiran yang berfungsi mengatur sholat 5 waktu, sholat Jum’at, pengajian, tafsir Al-Qur’an dan hadits tiap dua minggu sekali, bedah buku, infaq, sodaqoh dan menyediakan fasilitas ketika dilaksanakan kegiatan. Masjid tiga lantai ini juga dilengkapi fasilitas perpustakaan. Bidang Pendidikan secara rutin menyelenggarakan pendidikan Islam non formal, bekerjasama dengan sekolah Muhammadiyah yang berdiri disekitarnya dalam bidang pendidikan Agama Islam. Kegiatan tersebut adalah cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar bagi siswa-siswi sekolah yang dilaksanakan setiap hari Senin–Sabtu pagi. Dilanjutkan malam hari kursus baca tulis Al-Qur’an dengan peserta jamaah umum. Untuk pengajian Ibu-ibu, rutin diadakan sebulan sekali dan juga mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Bidang Amil Zakat berfungsi memberikan bantuan SPP bagi siswa kurang mampu, beasiswa dan membantu kaum Dhuafa. Prestasi yang diraih Masjid Baitul Makmur sendiri pernah menjadi pemenang lomba Semarak Muharram 1426 Hijriyah dalam kategori kegiatan masjid. Perlombaan tersebut diadakan oleh Departemen Agama, MUI dan DSM Bali pada tahun 2005. Dan pada tanggal 19 Februari 2013, Masjid ini dipergunakan sebagai tempat pelantikan dan pengukuhan Dewan Masjid Indonesia untuk wilayah Provinsi Bali. Pelantikan itu dihadiri oleh Bapak Jusuf Kalla selaku ketua Dewan Masjid Indonesia Pusat.

Sesuai dengan namanya, Baitul Makmur, masjid ini berhasil menjadi lingkungan basis islam yang menunjukan kemakmuran masjidnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar




Sejak berdirinya Yayasan Baitul Makmur  pada  tanggal 19 Juni 1992 dengan No : 20 oleh Akte Notaris Amir Syarifudin maka mulailah Yayasan Baitul Makmur bergerak  mengelola masjid dan membina jama’ah masjid Baitul Makmur.
Selama kurun waktu 16 (enam belas) tahun dari tahun 1992-2008 telah terjadi beberapa kali pergantian pengurus dan pada  Februari 2008 telah diadakan serah terima Pengurus Yayasan Baitul Makmur  periode 2003-2008 kepada Pengurus Yayasan Baitul Makmur periode 2008 - 2013 dari Drs. H. Anam Zakaria ke Ir. H. S. Surengrono. Pergantian Pengurus setiap periode tertentu adalah hal biasa dalam suatu organisasi, ini perlu guna memberikan pembelajaran yang baik bagi generasi muda berikutnya, serta memberikan kesempatan kepada yang muda untuk tampil.Selanjutnya Pengurus Yayasan dibawah pimpinan Ir.H.S.Surengrono mulai melaksanakan tugasnya sesuai dengan AD/ART dan Juklaknya (petunjuk pelaksanaanya).

Untuk mewujudkan program-programnya maka YBM selain berpegang teguh pada AD/ART juga pada UUNo: 16 tahun 2001 dan UU No: 24 thn 2008 tentang Yayasan.  Sebagai mana kita ketahui bahwa pada tahun 2006 YBM telah mendapatkan pengukuhan dengan Akte Perubahan dari Notaris I Gede Semester Winarno, SH No: 60 tahun 2006 tanggal 18 Oktober 2006 dan pada tahun itu pula Yayasan Baitul Makmur (YBM) mendapatkan SK Menteri Hukum dan Ham RI No: C-2593.HT.01.02 tahun 2006 tertanggal 8 November 2006. Yayasan Baitul Makmur ini bergerak dibidang sosial dan keagamaan khususnya Islam.

Alhamdullillah dalam perkembanganya sejak dibentuk pada tahun 1992 sampai sekarang YBM telah mengalami kemajuan yang cukup pesat baik dari segi kwalitas maupun kwantitas, dan ditengah dinamika masyarakat yang heterogin ternyata YBM mampu tampil dalam kesejukan  yang harmonis dengan tetap kritis dalam menyikapi situasi sehingga dapat diterima oleh seluruh  jama’ah masjid Baitul Makmur. 

VISI YAYASAN BAITUL MAKMUR.
Mewujudkan masyarakat muslim di kawasan Perumnas Monang Maning Denpasar dan sekitarnya yang diridhoi Allah SWT dikarenakan tegaknya Tauhid, Ukhuwah serta berkembangnya ilmu pengetahuan  dan kesejahteraan hidup yang memadai.

MISI YAYASAN BAITUL MAKMUR.
Mengoptimalkan keberadaan Yayasan Baitul Makmur dan Masjid Baitul Makmur sebagai salah satu karunia Allah SWT untuk :
1.      Menanamkan Tauhid kepada warga muslim secara benar sesuai Al Qur’an dan Hadis.             
2.   Menumbuhkan semangat beribadah sesuai tuntunan Rasululloh SAW.Memupuk kesadaran ukhuwah dan silaturahim.
3.      Menumbuhkan semangat dan kegembiraan mempelajari agama Islam.
4.      ]Meningkatkan kesejahteraan hidup umat Islam dilingkungan Perumnas Monang Maning dan sekitarnya.

Sejak tahun 1992 sampai sekarang tahun 2013 Yayasan Baitul Makmur telah mengalami pergantian Pengurus dengan uraian sebagai berikut :
1. Tahun 1987-1992 sebagai Ketua Umum Pengurus Masjid Baitul Makmur (belum berbentuk Yayasan) oleh Bp. Drs. Tantowi Djauhari hasil yang dicapai:
a.      Mengisi perlengkapan ibadah.
b.      Tahapan pemagaran keliling, pembuatan taman sekitar masjid.
c.     Pembelian tanah sebelah timur Masjid seluas 4 (empat) are dengan mengkoordinir dana dari warga muslim Blok 1 s/d Blok 10 yang kemudian dihibahkan ke Masjid Baitul Makmur
d.      Membentuk bagan-bagan dalam operasional dan mengembangkan syi’ar agama Islam.
e.   Pembentukan Yayasan Baitul Makmur, hal tersebut diperlukan  agar dapat memproses sertifikasi atas Tanah Hibah dari Negara (Perumnas) dan Warga.
f.       Peningkatan jumlah jama’ah di Masjid Baitul Makmur dari para penghuni perumnas mulai dari Blok I s/d Blok X termasuk juga peningkatan pemahaman masalah Agama Islam.
g.      Melimpahkan tugas Pengurus Masjid BM ke Yayasan Baitul Makmur.

2.  Tahun 1992-1994 sebagai Ketua Umum Bp. Gunawan,  hasil yang dicapai :
a.      Melanjutkan kebijakan kepemimpinan sebelumnya dan merawat fasilitas.
b.      Mengurus sertifikat Tanah Masjid Baitul Makmur.
c.       Menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga  Yayasan Baitul Makmur.

3. Tahun 1994–1998, sebagai Ketua Umum Bp. H. Ramelan, SAg. hasil yang dicapai:
a.      Pembangunan fasilitas kantor Yayasan Baitul Makmur.
b.      Renovasi pagar keliling dan pembuatan gapura Masjid Baitul Makmur.
c.       Pembangunan Gedung serba guna Tahap I dan Tahap II.
d.      Menerima hibah Mobil Ambulance dari jama’ah.
e.      Merawat fasilitas Masjid Baitul Makmur.
f.        Melanjutkan penyusunan AD/ART Yayasan Baitul Makmur.
g.      Memfasilitasi jama’ah membentuk Koperasi Karya Makmur.

4.  Tahun 1998 -2003, sebagai Ketua Umum Bp. Drs. H. Sukirman hasil yang dicapai:
a.      Melanjutkan pembangunan Gedung Serba Guna Tahap II lantai I
b.      Merawat fasilitas masjid dan kantor Yayasan Baitul Makmur.
c.       Melanjutkan penyusunan AD/ART Yayasan Baitul Makmur
d.      Melanjutkan program-program sebelumnya.
e.      Pengesahan  AD & ART Yayasan Baitul Makmur.
f.        Melanjutkan pengurusan Sertifikasi tanah Yayasan Baitul Makmur
g.    Menyusun tahapan penyesuaian Yayasan Baitul Makmur dengan peraturan undang-undang yang berlaku yaitu U.U.No.16 Tahun 2001.

5.  Tahun 2003-2008, sebagai Ketua Umum Bp.Drs.H.Anam Zakaria hasil yang dicapai :
a.      Perubahan AD/ART Yayasan Baitul Makmur sesuai U.U. No.16 Tahun 2001.
b.      Pengukuran ulang  atas tanah milik Yayasan Baitul Makmur.
c.      Pensertifikatan tanah milik Yayasan Baitul Makmur atas 3 (tiga) buah lahan tanah masing-masing seluas 9,98 are  yang berupa hibah dari Perum Perumnas dan 3 are berasal dari pembelian tanah milik SD.3 Muhamadiyah serta lahan 4 are berupa hibah dari jama’ah warga muslim Perumnas mulai Blok I s/d X yang dibeli dari PerumPerumnas sehingga luas keseluruhan menjadi 16,98 are.
d.      Pemavingan halaman Masjid dan Parkir, pembuatan Gapura di Timur Masjid BM dan di Utara Masjid BM.      
   
6. Tahun 2008 – 2013,sebagai Ketua Umum Bp.Ir. H. S. Surengrono  hasil yang dicapai:
a.   Melanjutkan program–program  sebelumnya, antara lain menyempurnakan ART (Anggaran Rumah Tangga) selesai pada tanggal 1 September 2008 dan sudah dibukukan menjadi satu kesatuan dengan AD/ART YBM. 
b.      Membangun koordinasi dengan KWM-RWM.
c.       Merawat fasilitas masjid dan bangunan lainnya.
d.      Mendayagunakan pemakaian perkantoran/Sekretariat YBM serta imformasi kegiatan YBM ke para jama’ah masjid BM.
e.      Meningkatkan peran dan fungsi bidang-bidang dalam struktur organisasi YBM terutama Bidang Kemakmuran Masjid/Ketakmiran dan Lembaga Amal Zakat  serta Fardhu Kifayah demikian pula dengan TPQ & TPA sehingga keberadaannya dapat dirasakan oleh  Jama’ah  maupun Warga Perumnas dan sekitarnya.
f.        Pembentukan Panitya Pembangunan & Renovasi Masjid Baitul Makmur dan fasilitasnya.
g.    Pelaksanaan Pembangunan dan Renovasi serta fasilitasnya dimulai Tahap I pada Tahun 2009,dan sekarang 18 Juli 2013 sudah pada Tahap  V dengan menelan dana kurang lebih Rp 5.000.000.000 (lima milyard rupiah).
h.   Penggalangan dana dengan sistem sertifikat Wakaf maupun dengan sistem Gathering dengan maksud agar rencana Pembangunan & Renovasi Masjid segera dapat terwujud.
i.        Memproses dan berhasil dapat IMB dengan Nomor: 02/48/143/DB/DISPER/2011, tanggal 10 Januari 2011.
Sesuai ketentuan yang berlaku kepengurusan Ir. H. S. Surengrono harusnya berakhir pada 08 February 2013, namun Pembina YBM memutuskan untuk memperpanjang  kepengurusan ini sampai dengan 08 Februari 2014 hal tersebut dilakukan demi kelangsungan pembangunan renovasi masjid BM dengan harapan kepengurusan periode ini dapat menyerahkan bangunan masjid dalam kondisi lebih sempurna.

7.Tahun 2013 – 2014, sebagai Ketua Umum Bp.Ir. H. S. Surengrono hasil yang dicapai sebagai berikut :
a.      Meneruskan Renovasi Pembangunan masjid BM yang saat ini telah mendekati 90%.
b.      Pembinaan TPQ BM dengan mengadakan kerja sama dengan lembaga pendidikan lain misalnya SD Muhammadiyah 3, SMP Muhammadiyah 2 dan lainya.
c. Membeli aset baru berupa rumah tinggal dengan lahan seluas 1,41are di Jln.Gn.Resimuka Barat No.41 Monang maning,Denpasar pada tanggal 28 Juli 2013 seharga Rp 1.140.000.000. (Satu milyard seratus empat puluh juta rupiah) dari Sdr H.Tazzudin Ifa’i ST.
d.   Memproses balik nama dari pemilik lama lahan tersebut diatas agar dapat diwakafkan langsung ke Yayasan Baitul Makmur (Masjid Baitul Makmur)..



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube

Categories

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • November 2020 (1)
  • Februari 2017 (9)
  • April 2016 (6)
  • April 2015 (2)
  • Maret 2015 (3)

Popular Posts

  • PENGAJIAN IBU SILATURAHIM BAITUL MAKMUR Mamah Dedeh " DOA IBU PEMBATAL AZAB" 12 April 2015
     
  • Rapat Pleno Yayasan Baitul Makmur
    Rapat Pleno yayasan pada hari Ahad, 29 Januari 2016 mengundang 12 Seksi, 1 Lembaga dan 3 Panitia dikepengurusan Yayasan Ba...

Search This Blog

Created with by ThemeXpose | ThemeWide